Haji 2025
,
Jakarta
– Kepala Lembaga Kepegawaian Negara (
BKN
Zudan Arif Fakhrulloh menyebutkan lima alasannya paling banyak dari ribuan peserta calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang dinyatakan lulus dalam proses seleksi kemudian memilih untuk mundur. Berdasarkan catatan Badan Kepegawaian Negara (BKN), terdapat sekitar 1.967 orang melamar.
CPNS mundur
karena kebijakan optimalisasi.
Zudan menyatakan, alasan utama para calon mundur adalah lokasi penempatan yang terlalu jauh dari tempat tinggal mereka. Dia menambahkan, “Faktor kedua adalah ketidakterimaan orang tua.” Hal ini disampaikan saat konfirmasi, pada hari Senin, 28 April 2025.
Beberapa calon pekerja juga berpikir tentang keadaan kesehatan orangtua mereka. Zudan menambahkan bahwa alasan lain adalah adanya beberapa pendaftar yang lebih memilih untuk meneruskan pendidikan mereka pada jenjang master atau dokter. “Selain itu, (beberapa kasus) dilihat dari sisi institusi, mereka dianggap telah mengundurkan diri,” ungkapnya.
BKN menyatakan bahwa ada 16.167 calon pegawai yang mendaftar lewat program peningkatan efisiensi. Dari jumlah tersebut, 1.967 individu atau setara dengan 12% memilih untuk pensiun dini.
Zudan menyatakan bahwa tujuan dari optimalisasi adalah agar mencegah terjadinya kelangkaan posisi dalam perekrutan. Dia menjelaskan, “Dengan kata lain, dari 16.167 (calon), awalnya mereka dinyatakan gagal, namun setelah itu kami memasukkan mereka ke dalam pos-pos yang belum memiliki kandidat.” Zudan menambahkan hal tersebut.
Pada kesempatan berbeda, Ketua DPR Puan Maharani menjelaskan bahwa banyaknya peserta CALON ASN yang membatalkan pendaftaran menandakan ada kekurangan dalam proses seleksi sebelumnya. Ia menyebut penting bagi pemerintahan untuk melakukan penilaian komprehensif tentang metode pengangkatan Aparatur Sipil Negara tersebut.
Puan mengungkapkan bahwa pihak berwenang harusnya telah melaksanakan proses pengadaan pegawai sesuai dengan era modern ini. Dia menjelaskan, “Apabila tetap menggunakan metode tradisional, maka tidak perlu keheranan jika anak muda lebih memilih untuk keluar.” Pernyataan tersebut disampaikannya lewat catatan tertulis di hari Sabtu, 26 April 2025.
Puan berpendapat bahwa penetapan susunan tim dan posisi terakhir sebaiknya dirancang secara cermat dan strategis. Ia menyebutkan, masalah banyak pegawai negeri sipil yang pensiun akan menjadi fokus utama bagi anggota dewan.
Dia cemas jika proses penyeleksian pegawai negeri sipil tak ditinjau ulang, hal itu mungkin membahayakan kualitas layanan kepada masyarakat. Politikus dari partai PDIP tersebut menegaskan, “Kita tidak boleh membiarkan aparatur negara terhambat dalam proses pergantian generasi.”
