Kabar kematian pekerja migran asal Medan di kapal Korea Selatan memicu kegaduhan di kalangan masyarakat. Ayah dari pekerja tersebut bahkan meminta keadilan dan memohon bantuan kepada Presiden Prabowo.
Ternyata, pekerja migran tersebut diketahui bernama Reza Valentino Simamora (21). Sebelumnya ia bekerja sebagai Awak Kapal Perikanan (AKP) Garamho yang berbendera negara Korea Selatan.
Kronik Tenaga Kerja Migran Asal Medan Meninggal Dunia di Kapal Korea Selatan
Awalnya, Reza dikenal sebagai karyawan yang menjadi peserta program Government to Government (G to G) di bidang perikanan. Ia juga diketahui telah bertolak ke Korea Selatan pada bulan Maret 2025 lalu.
Namun kemudian, Reza dilaporkan mengalami kecelakaan kerja, yaitu tepatnya pada 27 September 2025. Ya, Reza dikabarkan sempat terjebak tali sling yang rusak saat proses penarikan alat tangkap ikan.
Akhirnya, Reza dikabarkan jatuh ke laut. Dan malangnya, jenazah Reza baru ditemukan beberapa hari setelahnya oleh petugas patroli Korea Selatan. Setelah kejadian tersebut, jasad Reza kemudian dibawa kembali ke Indonesia pada 3 Oktober 2025.
Setelah tiba di kampung halamannya, jenazah Reza langsung dikuburkan keesokan harinya di Medan. Meskipun demikian, keluarga merasa belum mendapatkan penjelasan yang jelas.
Yaitu mengenai sisa gaji, barang-barang pribadi Reza, serta klaim asuransi luar negeri yang seharusnya menjadi hak almarhum. Tidak berhenti sampai di situ, keluarga menyatakan bahwa mereka tidak pernah menerima informasi awal dari KBRI Seoul saat Reza dinyatakan hilang, melainkan dari rekan kerja Reza di kapal yang sama.
Dikutip dari Tribunnews.com, tampaknya ada pernyataan yang menyebutkan bahwa penyebab kematian Reza belum diketahui. Sementara itu, keluarga menerima informasi dari rekan kerja serta bukti luka fisik pada jenazah yang memperkuat dugaan bahwa Reza meninggal akibat kecelakaan kerja.
Namun dalam surat keterangan kematian yang dikeluarkan oleh rumah sakit dan KBRI Seoul, disebutkan bahwa penyebab kematian korban belum diketahui. Akibatnya, pihak keluarga merasa ada hal yang mencurigakan.
Keluarga juga tidak mendapatkan informasi mengenai jenis dan besaran asuransi luar negeri, serta cara pencairannya. Karena ketidakpastian dalam pemenuhan hak korban.
Mengetahui hal tersebut, berdasarkan laporan dari TribunMedan.com, mengenai kasus kronologi pekerja migran asal Medan yang meninggal di kapal Korea Selatan, ayah Reza bernama Saud melakukan aksi memasang spanduk di depan kantor PWNI.
Di dalam spanduk yang dibawa Saud terdapat pesan permintaan bantuan kepada Presiden Prabowo Subianto karena keluarga meminta pertanggungjawaban dari pihak KP2MI.
Yaitu pihak lembaga yang memang bertanggung jawab, di mana salinan premi dan polis asuransi sudah dimiliki sejak masa keberangkatan Reza. Keluarga juga mengira pihak KP2MI mengambil alih hak almarhum.
Empat bulan telah berlalu sejak putra saya meninggal akibat kecelakaan kerja, tetapi hingga saat ini, kami sebagai ahli waris masih tidak mendapatkan informasi apa pun terkait klaim asuransinya. Di manakah tanggung jawab KP2MI?,” kata Saud.
Sebagai lembaga yang bertanggung jawab, seharusnya salinan premi dan polis asuransi sudah tersedia di meja mereka sejak keberangkatan.
Menyembunyikan informasi asuransi setara dengan mencuri hak almarhum dan merendahkan martabat keluarga kami. Saya tidak membutuhkan janji-janji diplomatik, saya menginginkan bukti fisik asuransi serta hak anak saya segera cair!” tegas Saud dilansir Infodari TribunMedan.com, Jumat (30/1/2026).
