Info, JAKARTA – Perusahaan Produksi Sapawave Films akan mengeluarkan film terbaru dengan judul Sunda Emperor.
Diproduseri, disutradarai, dan ditulis oleh Angling Sagaran, film Sunda Emperor menyajikan kisah yang segar dengan pendekatan yang berbeda dibandingkan film daerah pada umumnya.
Karena film tersebut menggabungkan elemen drama, komedi, dan petualangan dalam nuansa budaya Sunda yang asli, tanpa kehilangan keterkaitan dengan penonton zaman sekarang.
Raja Sunda mengisahkan kisah tiga teman yang menjalani perjalanan untuk menemukan identitas dan sejarah mereka.
Cerita berawal dari sebuah simbol koin yang merupakan peninggalan kerajaan Sunda, yang menjadi pemicu petualangan, sekaligus memperluas kesempatan untuk mengeksplorasi nilai budaya, persahabatan, dan identitas.
Angling Sagaran menyampaikan, Sunda Emperor lahir dari keinginan untuk menyajikan kisah dengan 100 persen bahasa Sunda dan pendekatan yang baru serta sesuai dengan penonton masa kini.
“Film ini tidak hanya mengisahkan masa lalu, tetapi juga bagaimana identitas dan nilai budaya dapat bertahan di era sekarang,” kata Angling Sagaran dalam pernyataannya.
“Melalui film ini, kami berharap menunjukkan bahwa kisah lokal memiliki daya tarik yang besar untuk tampil di layar lebar dengan gaya modern tanpa kehilangan akar budayanya,” tambahnya.
Dalam video first look dan pengungkapan pemeran, film ini juga menampilkan kehadiran beberapa kreator Sunda.
Hal itu merupakan bagian dari strategi film untuk mempererat hubungan dengan penonton, khususnya kalangan muda, sekaligus memperluas cakupan promosi di dunia digital.
Didukung oleh visual sinematik yang menampilkan keindahan pemandangan alam Sukabumi, Sunda Emperor menyajikan pengalaman menonton yang tidak hanya menarik dari segi cerita, tetapi juga memikat mata.
Salah satu anggota Sunda Emperor, Laura Moane akhirnya menyampaikan tantangan yang dihadapinya saat bermain dalam film tersebut.
Berperan sebagai Neng Eti, ia mengakui, menggunakan bahasa Sunda merupakan tantangan yang berbeda baginya.
Ia juga banyak belajar dan menerima bimbingan dari sutradara serta pemain lainnya.
“Jujur, memerankan Neng Eti menjadi tantangan tersendiri bagi saya, terutama karena film ini sepenuhnya menggunakan bahasa Sunda. Dari awal proses baca hingga saat syuting, saya banyak belajar dan dibimbing oleh sutradara serta rekan-rekan pemain di lokasi syuting,” ujar Laura Moane.
“Mulai dari pengucapan hingga gaya berbicara agar terdengar alami saat aku menyampaikan bahasa Sunda,” lanjutnya.
Ia berterima kasih atas banyaknya dukungan dari sutradara dan rekan pemain lainnya, sehingga mampu mengucapkan bahasa Sunda dengan sebaik mungkin selama proses produksi berlangsung.
“Dengan bantuan mereka, akhirnya aku mampu beradaptasi dengan mudah dalam mengucapkan bahasa Sunda hingga proses syuting selesai,” kata Laura Moane.
Di sisi lain, Pendiri Sapawave Films, Produser, serta Eksekutif Produser, Much Risman menegaskan komitmennya untuk menyajikan Sunda Emperor sebagai film berbahasa daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Melalui inisiatif ini, Sapawave Films tidak hanya menghasilkan sebuah karya tontonan, tetapi juga menciptakan ruang bagi cerita lokal untuk tampil dengan kualitas produksi yang modern, sesuai dengan perkembangan zaman, serta memiliki daya tarik pasar yang kuat.
“Kami memperkenalkan Kaisar Sunda sebagai wujud bagaimana budaya dapat disajikan dengan cara yang baru dan mudah dipahami oleh penonton saat ini, tanpa kehilangan jati dirinya. Ini merupakan langkah yang dilakukan Sapawave Films untuk terus mendorong cerita lokal agar mendapatkan tempat yang pantas di industri perfilman Indonesia,” ujar Much Risman.
Film Sunda Emperor mengisahkan Miheng (Bilal Fadh), seorang pemuda Sunda yang hidup dalam keterbatasan, memulai perjalanan untuk membuktikan bahwa dirinya merupakan keturunan Raja Sunda.
Ditemani dua temannya, Ohim (Maghara Adipura) dan Ece (Vansa Be), serta kehadiran tak terduga Eti (Laura Moane), pencarian ini berubah menjadi petualangan penuh perselisihan, ketika mereka menghadapi ancaman Iwan Gesrek (Itings Meledax) dan Boss Pepey (Yujeng Hensem).
Bukan hanya tentang asal, perjalanan ini menjadi taruhan nasib, persahabatan, dan keberanian dalam memilih jalan hidup yang dibungkus dengan komedi, drama, serta budaya Sunda yang kental.
Selain itu, film ini dibintangi oleh Laura Moane, Bilal Fadh, Maghara Adipura, Vansa Be, Itings Meledax, dan Yujeng Hensem.
Film Sunda Emperor akan dirilis di bioskop Indonesia pada tahun 2026.(mcr7/jpnn)