Outline:
Prediksi Mark Zuckerberg: Kacamata Cerdas akan Menggantikan Ponsel
CEO Facebook, Mark Zuckerberg, mengungkapkan prediksi menarik tentang masa depan teknologi. Ia memperkirakan bahwa kacamata yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan (AI) akan menjadi perangkat komputasi pribadi utama bagi manusia dalam waktu dekat. Prediksi ini disampaikan oleh Zuckerberg dalam tulisan terbarunya di Meta berjudul Personal Superintelligence, yang dipublikasikan pada 31 Juli 2025.
Dalam tulisan tersebut, Zuckerberg menyatakan bahwa AI akan membawa perubahan besar dalam sistem yang ada saat ini. Menurutnya, AI tidak hanya akan memperbaiki berbagai aspek kehidupan, tetapi juga akan menciptakan inovasi baru yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Meskipun demikian, ia masih merasa bahwa arah pengembangan AI masih belum jelas.
Zuckerberg menekankan bahwa AI akan menjadi era baru bagi manusia. Ia menjelaskan bahwa sejarah teknologi telah membawa perubahan signifikan dalam cara manusia hidup. Contohnya, dua abad lalu, sebagian besar manusia adalah petani yang bertahan hidup dengan bercocok tanam. Dengan kemajuan teknologi, manusia kini lebih fokus pada aktivitas yang mereka pilih, bukan hanya kebutuhan dasar.
Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa AI akan mempercepat kemajuan manusia. Perangkat pribadi seperti kacamata yang mampu memahami konteks pengguna akan menjadi perangkat utama. Kacamata ini dapat melihat apa yang dilihat pengguna, mendengar apa yang didengar, dan berinteraksi sepanjang hari. Dengan demikian, kacamata akan menjadi alat komputasi yang sangat penting.
Zuckerberg menambahkan bahwa kecerdasan super berpotensi membuka era baru pemberdayaan pribadi. Manusia akan memiliki agensi yang lebih besar untuk memperbaiki dunia sesuai dengan pilihan mereka sendiri. Visi Meta adalah memberikan kecerdasan super pribadi kepada semua orang, sehingga setiap individu bisa mengakses kekuatan ini dan mengarahkannya sesuai nilai-nilai yang mereka hargai.
Perang Teknologi dengan AI
Facebook telah melakukan investasi besar-besaran dalam pengembangan AI. Perusahaan ini bahkan menawarkan paket gaji senilai 100 juta dollar untuk menarik talenta berkualitas yang mampu mengembangkan teknologi AI. Investasi ini menunjukkan bahwa Meta sangat serius dalam membangun masa depan teknologi.
Menurut laporan Wall Street Journal, investasi Facebook membuat Apple dianggap tertinggal. Apple dinilai memiliki fitur yang tertunda, sehingga menyebabkan kekhawatiran dari investor mengenai kurangnya investasi Apple dalam AI dibandingkan Meta dan OpenAI yang lebih agresif dalam menggelontorkan dana besar.
Sebelumnya, CEO Apple, Tim Cook, menegaskan keyakinannya bahwa iPhone tidak akan digantikan oleh AI. Menurutnya, AI justru akan menjadi kekuatan pendorong yang membuat iPhone semakin esensial dalam kehidupan manusia. Cook menjelaskan bahwa iPhone memiliki berbagai fungsi penting, mulai dari menghubungkan orang, menyediakan pengalaman aplikasi dan game, hingga membantu pengguna dalam mengelola keuangan dan menjelajahi dunia.
Cook tidak percaya bahwa AI akan menggantikan iPhone. Ia yakin bahwa perangkat-perangkat AI akan menjadi pelengkap, bukan substitusi. “Saya pikir perangkat-perangkat tersebut (AI) kemungkinan besar merupakan perangkat pelengkap, bukan substitusi,” ujarnya.
