Warga Dolomites Bangun Pintu Bayar untuk Wisatawan Pendaki

Masalah Pariwisata Berlebihan di Pegunungan Dolomites Penduduk di kawasan pegunungan Dolomites, Italia, mengalami kekhawatiran terkait semakin meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke daerah tersebut. Mereka ingin mendapatkan foto dari puncak Odle, sehingga menyebabkan kerusakan lingkungan dan penggunaan lahan pribadi tanpa izin. Untuk menangani masalah ini, sekelompok petani memutuskan untuk membuat pintu berbayar bagi para pengunjung. […]

Masalah Pariwisata Berlebihan di Pegunungan Dolomites

Penduduk di kawasan pegunungan Dolomites, Italia, mengalami kekhawatiran terkait semakin meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke daerah tersebut. Mereka ingin mendapatkan foto dari puncak Odle, sehingga menyebabkan kerusakan lingkungan dan penggunaan lahan pribadi tanpa izin. Untuk menangani masalah ini, sekelompok petani memutuskan untuk membuat pintu berbayar bagi para pengunjung.

Dolomites merupakan bagian dari Pegunungan Alpen Italia dan telah ditetapkan sebagai situs Warisan Dunia UNESCO. Daerah ini sangat diminati oleh para pecinta alam dan aktivitas luar ruangan. Namun, saat ini banyak wisatawan yang datang hanya untuk mengambil foto di Drei Zinnen dan Puncak Odle. Sayangnya, banyak dari mereka melintasi lahan pribadi tanpa menghormati hak milik pemilik atau menjaga lingkungan.

Tindakan Petani untuk Melindungi Kawasan

Untuk melindungi kawasan dari pariwisata berlebihan dan kerusakan lingkungan, sekelompok petani mulai mengambil tindakan. Mereka memasang pintu putar berbayar di jalur Odle sebagai bentuk protes. Awalnya, pintu tersebut dinonaktifkan oleh Taman Alam Puez-Odle, tetapi dalam beberapa hari terakhir kembali diaktifkan. Menurut para petani, tindakan ini awalnya adalah bentuk seruan minta tolong kepada pemerintah provinsi, namun tidak ada respons yang nyata.

Georg Rabanser, salah satu dari empat pemilik tanah yang mengambil tindakan, mengatakan bahwa mereka tidak menerima dukungan dari pihak berwenang. “Kami bahkan tidak menerima perintah penghentian,” ujarnya.

Biaya dan Tujuan Pintu Berbayar

Setiap pengunjung yang ingin melewati pintu tersebut harus membayar 5 euro (sekitar Rp 95 ribu), kecuali anak-anak dan penduduk setempat. Biaya ini diperuntukkan sebagai kompensasi atas kerusakan lahan dan untuk membiayai pemeliharaan lereng. Petugas juga disiagakan untuk menerima pembayaran, baik secara tunai maupun dengan kartu.

Pandangan Berbeda dari Asosiasi Pariwisata

Banyak asosiasi pariwisata dan pemandu gunung setempat mengecam langkah yang diambil oleh para pemilik lahan. Tullio Mussner, presiden asosiasi Lia da Mont, mengatakan, “Jika setiap hari setiap pemilik lahan mengenakan biaya, apa yang akan terjadi?” Ia menilai tindakan ini dapat menciptakan kebingungan dan ketidaknyamanan bagi wisatawan.

Asosiasi pariwisata Dolomites Val Gardena menempatkan staf di pintu putar untuk memberi tahu pengunjung bahwa tarif tersebut tidak wajib. Mereka juga mengarahkan pendaki ke rute alternatif yang sedikit lebih panjang menuju Puncak Odle. Selain itu, organisasi tersebut sedang menyiapkan rambu informasi yang akan ditempatkan di sebelah pintu putar, menjelaskan bahwa inisiatif ini adalah swasta dan menunjukkan arah ke rute alternatif.

Dukungan dari Pihak Lain

Sebaliknya, Carlo Alberto Zanella, presiden cabang Tyrol Selatan dari asosiasi pendakian nasional Club Alpino Italia (CIA), mendukung tindakan para pemilik lahan. Menurutnya, wisatawan yang melintasi padang rumput berbatasan dengan jalur pendakian merusak ladang dan tanaman sebelum para petani dapat memanen. “Anda perlu pendidikan tentang cara menghargai lingkungan. Itulah intinya,” katanya.

Kelompok pariwisata lokal juga mengakui bahwa kepadatan wisatawan sebagian besar disebabkan oleh kurangnya regulasi dari otoritas provinsi. Mussner menyerukan agar petani lokal mendapatkan kompensasi finansial untuk pariwisata musim panas, seperti yang dilakukan di musim dingin bagi pemilik lahan yang dilintasi lereng ski.