Pendidikan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Surabaya sekali lagi menyediakan kesempatan istimewa bagi para calon mahasiswa pascasarjana. Kini, ITS secara resmi menghadirkan tiga jenis beasiswa prestisius yaitu Beasiswa FAST-D, Beasiswa Unggulan, serta Global Excellence Scholarship. Peluang ini terbuka lebar bagi alumni Sarjana atau Magister yang memiliki capaian akademik membanggakan, entah mereka berasal dari tanah air ataupun mancanegara, dan berniat meneruskan pendidikan tingkat lanjutan dengan tidak dikenakannya biaya perkuliahan sekaligus mendapatkan uang saku setiap bulan.
Wakil Rektor I untuk bidang Akademik dan Kehidupan Mahasiswa ITS, Prof Nurul Widiastuti, menggarisbawahi bahwa program ini merupakan salah satu langkah yang diambil oleh ITS dalam usaha memperbaiki mutu pendidikan serta posisi institusi secara global. Dia menyatakan, “Di samping membantu dalam penguatan kemampuan siswa, kegiatan ini pun sesuai dengan tujuan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) terkait dengan penyediaan pendidikan bermutu.” Begitu penegasannya sebagai Professor pada Jurusan Kimia.
Beasiswa ini terbuka bagi siswa asli Indonesia maupun pelajar mancanegara. Sesuai penjelasan oleh Profesor Chastine Fatichah selaku direktur pendidikan pascasarjana dan sarjana ITS, adanya mahasiswa berasal dari beberapa negara diproyeksikan dapat menguatkan kemitraan dalam riset dunia yang dimiliki ITS. “Hal tersebut pun akan membuka kesempatan besar bagi perkembangan sinergi antar bangsa ITS bersama para mitranya,” tambah dia.
Terdapat tiga program beasiswa yang dihadirkan:
FAST-D Scholarship Program: Beasiswa ini ditujukan untuk mahasiswa berprestasi yang sedang menempuh pendidikan pascasarjana tingkat master hingga doktor dengan durasi empat tahun.
Beasiswa Unggulan: tersedia untuk program doktoral berdurasi tiga tahun, ditujukan kepada alumni master yang sudah mempunyai karya di jurnal dalam negeri terakreditasi atau konferensi internasional berkualitas.
Beasiswa Keunggulan Global: program doktor bagi pelajar mancanegara yang mencakup bebas biaya pendidikan sepenuhnya, subsidi kehidupan sebesar Rp 5 juta setiap bulan, serta dana penelitian senilai Rp 50 juta tiap tahun dimulai dari tahun kedua.
Untuk program Beasiswa Kepakaran Global, pelamar dari luar negeri perlu mengirimkan dokumen ekstra termasuk paspor dan surat yang menunjukkan niat belajar mereka di Indonesia.
Agar program ini berhasil, ITS pun menetapkan persyaratan yang sangat ketat bagi dosen pembimbingnya (promotor). Sebagai promotor, seseorang harus berpendidikan doktoral, setidaknya bertitel Lektor Kepala, dengan indeks h di Scopus sebesar delapan atau lebih untuk beasiswa FAST-D dan Unggulan, serta enam atau lebih untuk skema Beasiswa Global Excellence.
Dengan adanya sejumlah fasilitas yang memukau tersebut, ITS bertujuan untuk dapat menarik semakin banyak bakat terbaik agar mampu meningkatkan penelitian serta menciptakan inovasi pada level yang lebih tinggi lagi.
Untuk para kandidat mahasiswa yang tertarik, pendaftaran akan di buka pada bulan Juli 2025 bagi siswa dari Indonesia, serta Mulai Mei 2025 untuk pelajar mancanegara.
