Makna Mi’raj dalam Kehidupan Harian, Al Ma’soem Gelar Tablig Akbar Isra Mi’raj 1447 H

Ringkasan Berita: Perayaan Isra Mi’raj 1447 H diadakan dengan khidmat di Kampus Al Ma’soem, dihadiri oleh ribuan anggota komunitas kampus. Isra Mi’raj diartikan sebagai penguatan makna shalat dalam perilaku dan akhlak sehari-hari. Khotbah KH Abdul Hanan mengajak memperbaiki ibadah serta kesiapan rohani menyambut bulan Ramadhan.   Laporan Sumber Tribunjabar.id, Kiki Andriana Info, SUMEDANG– Suasana yang […]

Ringkasan Berita:

  • Perayaan Isra Mi’raj 1447 H diadakan dengan khidmat di Kampus Al Ma’soem, dihadiri oleh ribuan anggota komunitas kampus.
  • Isra Mi’raj diartikan sebagai penguatan makna shalat dalam perilaku dan akhlak sehari-hari.
  • Khotbah KH Abdul Hanan mengajak memperbaiki ibadah serta kesiapan rohani menyambut bulan Ramadhan.

 

Laporan Sumber Tribunjabar.id, Kiki Andriana

Info, SUMEDANG– Suasana yang penuh ketenangan mengisi Gedung Dome Kampus Al Ma’soem, Jumat (30/1/2026). Ribuan anggota komunitas akademik Yayasan Al Ma’soem berkumpul untuk mendengarkan tausiyah dalam Tablig Akbar dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah.

Peristiwa sejarah yang sangat penting itu menjadi momen yang diartikan dalam Tablig Akbar sebagai ajakan untuk memperkuat kembali nilai shalat dalam kehidupan sehari-hari.

Pengajian Isra Mi’raj tahun ini dihadiri oleh Kepala Seksi Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Bandung, KH Dr H Abdul Hanan, S.Th.I., M.Ag., sebagai pembicara utama. Sejak pagi, tampilan marawis, vokal siswa SMP–SMA Al Ma’soem, serta shalawat Nabi terdengar, menciptakan suasana khidmat sebelum acara utama dimulai.

Acara resmi dibuka oleh dua siswa Al Ma’soem yang bertindak sebagai moderator, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan shalawat Nabi. Paduan Suara Al Ma’soem turut memperkuat suasana khidmat dengan menyanyikan Asmaul Husna dan Hymne Al Ma’soem.

Saat tawashul dipandu oleh Ustadz Hamdani, sebagai wujud doa dan penghormatan terhadap para pendiri Yayasan Al Ma’soem, almarhum H. Ma’soem, almarhumah Hj. Siti Aisyah, serta almarhum H. Nanang Iskandar.

Ketua Yayasan Al Ma’soem, Prof. Dr. Ir. H. Ceppy Nasahi Ma’soem, MS., dalam pidatinya menekankan bahwa peristiwa Isra Mi’raj membawa makna penting bagi umat Islam, khususnya mengenai perintah shalat lima waktu yang diterima langsung oleh Nabi Muhammad SAW.

“Shalat merupakan bentuk mi’raj harian bagi orang yang beriman. Seperti yang kita ketahui dalam frasa Assholaatu Mi’rojul Mu’miniin, shalat menjadi alat komunikasi utama antara manusia dengan Allah,” kata Ceppy.

Ia menekankan bahwa shalat tidak boleh dipandang hanya sebagai ritual belaka, melainkan harus dilakukan secara menyeluruh dan terlihat dalam tindakan sehari-hari. Menurutnya, konsistensi dalam menjaga shalat akan berdampak langsung pada akhlak, adab, serta kepribadian, khususnya bagi para siswa.

“Apabila siswa menjaga shalatnya, maka insya Allah akan tampak dalam sikap hormat terhadap orang tua dan guru, serta dalam tingkah laku sehari-hari,” ujarnya.

Ceppy juga menekankan pentingnya shalat berjamaah, yang menurutnya merupakan salah satu fokus dari Yayasan Al Ma’soem. Hal ini terlihat dari adanya fasilitas masjid dan musala di sebagian besar unit pendidikan dan bisnis milik Al Ma’soem Group.

“Semoga sarana ini tidak hanya berupa bangunan, tetapi benar-benar memberikan manfaat dan kebaikan bagi seluruh masyarakat,” katanya.

Sesi utama Tablig Akbar diisi dengan tausiyah dari KH Abdul Hanan yang membahas makna Isra Mi’raj serta menjadi pembuka dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H.

Pada ceramahnya, ia memanggil seluruh peserta untuk memanfaatkan momen Isra Mi’raj sebagai kesempatan meningkatkan kualitas ibadah serta kesiapan spiritual menyambut Ramadhan.

Acara diakhiri dengan doa bersama, pemberian cinderamata kepada pembicara, dan tampilan siswa berupa puisi serta nyanyian I’tirof, sebelum seluruh rangkaian kegiatan resmi selesai.