Outline:
Bangunan megah peradaban Romawi kuno tidak hanya terdapat di Italia, tetapi juga sampai ke Afrika. Salah satu yang paling menarik adalah Timgad, sebuah kota kuno yang berada di Pegunungan Aurès, Aljazair.
Kota yang memiliki nama resmiColonia Marciana Ulpia Traiana Thamugadiini membuat kagum karena tata kota terlihat sangat rapi. Yang lebih mengagumkan lagi, sisa-sisa bangunannya masih terawat dengan sangat baik hingga saat ini.
Penasaran apa saja misteri yang tersembunyi di balik puing-puing kota kuno ini? Mari kita langsung lihat fakta-fakta menariknya!
1. Dibuat khusus untuk para veteran perang
Timgad awalnya dibangun oleh Kaisar Trajan pada tahun 100 Masehi sebagai kota koloni militer khusus. Kota ini dibuat secara sengaja sebagai benteng pertahanan yang kuat untuk mencegah serangan dari suku Berber di wilayah Pegunungan Aures. Menariknya, kota ini awalnya dihuni oleh para pendatang serta prajurit perang dari Legiun Ketiga Augustan yang terkenal.
Kehadiran para veteran ini terbukti mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kota secara pesat selama ratusan tahun. Selain itu, tanah di sekitar kota ini sangat subur, sehingga sektor pertanian mereka berkembang sangat pesat. Berkat kondisi alam yang kaya, kota ini akhirnya mampu menampung hingga 15.000 penduduk pada masa kejayaannya.
2. Tata kota berbentuk grid yang sempurna
Timgad dibangun dengan tata kota yang sangat teratur dan berbentuk persegi-persegi seperti papan catur. Jalan utamanya saling bersilang secara tegak lurus dan dihiasi oleh barisan tiang melengkung khas Romawi kuno yang megah. Yang menarik, salah satu jalan utama kota ini tidak sampai ke ujungnya, tetapi berakhir tepat di sebuah halaman besar yang menjadi pusat keramaian.
Di ujung jalan sebelah barat, kamu akan melihat sebuah gerbang kemenangan raksasa yang tingginya 12 meter diberi nama Gapura Trajan. Gerbang megah ini pernah mengalami perbaikan pada tahun 1900 dan sebagian besar terdiri dari tumpukan batu pasir yang sangat kuat. Bentuk lengkungannya mengambil gaya arsitektur Korintus kuno dengan tiga pintu masuk, di mana pintu tengah merupakan yang paling luas dan mewah.
3. Ditemukan sebuah perpustakaan umum kuno yang sangat langka
Salah satu penemuan paling berharga yang bisa kamu temukan di Timgad adalah sisa-sisa sebuah perpustakaan kuno. Fasilitas yang sangat menarik ini ternyata diberikan oleh seorang tokoh kaya bernama Julius Quintianus Flavius Rogatianus. Ia menghabiskan dana hingga 400.000 sesterce—uang Romawi kuno—untuk membangun tempat baca bagi warga sekitar.
Meskipun demikian, para ahli masih belum dapat memastikan kapan tepatnya perpustakaan ini dibangun karena sedikitnya dokumen sejarah mengenai donatur yang bersangkutan. Namun, berdasarkan sisa-sisa struktur yang ada, diperkirakan bangunan ini berdiri sekitar akhir abad ke-3 atau abad ke-4. Yang lebih menakjubkan lagi, bangunan bersejarah ini diperkirakan pernah menyimpan hingga 3.000 gulungan naskah penting pada masa puncaknya.
4. Memiliki fasilitas kota yang sangat lengkap
Meskipun terletak jauh di pedalaman Afrika, Timgad memiliki fasilitas yang sangat lengkap seperti kota metropolitan kuno. Salah satu fasilitas hiburan yang paling megah adalah sebuah teater terbuka dengan kapasitas sekitar 3.500 penonton. Mengherankan, kondisi teater ini masih dalam keadaan sangat baik dan terkadang digunakan untuk pertunjukan seni modern.
Selain menjadi tempat hiburan, kota ini juga memberikan kenyamanan bagi penduduknya melalui fasilitas sanitasi dan agama yang mewah. Bayangkan, di dalam kota ini terdapat sekitar 14 pemandian umum kuno, termasuk 4 pemandian air panas besar. Tidak ketinggalan, sebuah bangunan basilika megah berdiri kokoh sebagai pusat aktivitas hukum serta keagamaan bagi warga setempat. Selain menjadi lokasi hiburan, kota ini juga sangat mengutamakan kenyamanan warganya dengan fasilitas sanitasi dan keagamaan yang mewah. Bayangkan, di dalam kota ini terdapat sekitar 14 pemandian umum kuno, termasuk 4 pemandian air panas berukuran besar. Tidak ketinggalan, sebuah bangunan basilika megah berdiri kokoh sebagai pusat kegiatan hukum dan agama bagi masyarakat setempat. Tidak hanya sebagai tempat hiburan, kota ini juga menyediakan fasilitas sanitasi dan keagamaan yang mewah untuk warganya. Bayangkan, di dalam kota ini terdapat sekitar 14 pemandian umum kuno, termasuk 4 pemandian air panas besar. Tidak ketinggalan, sebuah bangunan basilika megah berdiri kokoh sebagai pusat aktivitas hukum dan agama bagi penduduk setempat.
5. Pernah “hilang” tertelan gurun
Setelah mengalami serangan dari bangsa Vandal pada tahun 430, Timgad terus-menerus menjadi sasaran serangan hingga kondisinya semakin memburuk. Kota ini tidak pernah berhasil pulih sepenuhnya dan akhirnya ditinggalkan oleh penduduknya pada abad ke-7. Perlahan, angin gurun mulai menghancurkan wilayah tersebut dan mengubur seluruh bangunan kota di bawah tumpukan pasir.
Seratus tahun berlalu dalam kesepian sebelum akhirnya kota yang hilang ini ditemukan kembali oleh tim penjelajah. Seorang pria berani asal Skotlandia bernama James Bruce berhasil sampai ke reruntuhan tersembunyi ini pada tanggal 12 Desember 1765. Kehadirannya tersebut menjadikannya sebagai orang Eropa pertama yang menginjakkan kaki di Timgad setelah berabad-abad lamanya.
Mengamati berbagai keunikan sejarah dan arsitektur yang tidak ada duanya, tidak mengherankan jika UNESCO mengakui Timgad sebagai Warisan Dunia sejak tahun 1982. Kota kuno ini benar-benar menjadi bukti nyata bahwa kejayaan Kekaisaran Romawi pernah meninggalkan jejak indah di benua Afrika.
14 Bendera Negara yang Unik dan Maknanya yang Menarik Perhatian 9 Bukti Jelas Jepang Merupakan Negara yang Berbeda dan Spesial. Setuju Tidak?




