Pendidikan–
Kematangan baik dari segi mental maupun emosional ternyata tidak selalu sejalan dengan pertambahan usia seseorang.
Betul sekali, makna kebijaksanaan sejati tidak sepenuhnya bisa dinilai hanya berdasarkan penampilan lahiriah atau umur seseorang.
Walau orang beranjak dewasa secara fizikal dan makin mahir dalam hal-hal sehari-hari, perkembangan kesadaran emosi kadang bertambah perlahan.
oleh karena itu, sisi kedewasaan dari segi emosi ini sering kali luput dari perhatian kebanyakan orang.
Berikutnya, apa saja karakteristik individu yang telah mencapai kedewasaan emosi berdasarkan perspektif ilmu psikologi?
Berdasarkan artikel dari phycologytoday.com, berikut ini adalah keenam elemen utama dalam cara orang dewasa mengidentifikasi kesadaran emosi mereka, sebagaimana disebutkan seperti di bawah ini.
Mereka cenderung berpikiran rasional
Mereka mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan personal dan etika dengan cara yang logis.
Menurut observasi Murray Bowen, individu dewasa dapat mengenali perbedaan antara dinamika emosi dan aspek rasional serta berdaya guna dalam menentukan apakah tindakannya akan didorong oleh perasaan atau pemikirannya.
Mereka mempunyai jati diri yang kokoh dan berjuang untuk menjalani kehidupan dengan kesungguhan hati, sejalan dengan keyakinan serta norma-norma pribadi mereka.
Membuat tujuan serta menyusun strategi untuk mewujudkannya
Dewasa itu menyusun sasaran serta melaksanakan langkah-langkah yang sesuai agar bisa mewujudkannya. Pada saat bersamaan, mereka juga akan memprioritaskan aspek-aspek penting dalam kehidupan mereka.
Karena orang dewasa biasanya berusaha mencapai tujuan serta prioritas mereka secara terbuka, perilaku mereka lebih mungkin sejalan dengan ucapan mereka.
Mereka menghormati keseimbangan dalam pergaulan mereka.
Dewasa ini, individu menginginkan keseimbangan di antara pasangannya dalam suatu hubungan cinta.
Pada terapi suara, seorang psikolog menyatakan bahwa orang dewasa sudah memiliki kemampuan bukan saja untuk menangani kasih sayang, tapi juga untuk membaginya.
Sebagian besar di antara mereka adalah individu yang aktif.
Dewasa artinya seseorang aktif dan percaya diri, umumnya bukan tipikal pemalu atau selalu mengandalkan pihak lain.
Mereka tak merasa jadi korbannya hidup ini dan enggan mengeluh serta menumpukkkan masalahnya pada pihak lain.
Sebaliknya, mereka menemui masalah atau tantangan dengan langsung dan berusaha mencari jalan keluar sendiri tanpa perlu Bergantung pada pihak lain untuk memperoleh petunjuk.
Mereka mengajukan bantuan hanya pada hal-hal yang sungguh dibutuhkan, terutama dalam area-area dimana mereka kurang mahir.
Terbuka dan tidak defensif
Seseorang yang sudah dewasa dari segi emosi tidak akan bereaksi bertahan atau kesal ketika mendapatkan kritikan. Mereka pun biasanya enggan untuk segera menyangkal komentar-komentar negatif tersebut.
Mereka justru terbuka untuk menggali konsep-konsep segar, menyambut masukan yang membantu. Lewat cara ini, mereka bisa meningkatkan pemahaman tentang diri sendiri serta tingkat kesadaran akan identitas pribadi mereka.
Menguasai diri sendiri
Banyak individu mengalami ketidakmampuan untuk memegang kendali atas pemikiran dan emosi mereka. Fenomena tersebut sering kali timbul tanpa aba-aba di berbagai momen dalam keseharian.
Meskipun demikian, orang dewasa memegang kendali lengkap atas segala sesuatu yang mereka ketahui. Terkadang, mereka merombak tingkah laku atau ciri khas yang tak disukai pada diri masing-masing.
Pada kasus ini, individu mature menghadapi hidupnya dengan posisi bertanggung jawab atas takdir mereka masing-masing dan mereka bakal memilih apa yang paling baik bagi diri mereka sendiri.
***
